Tanggal 25-27 Maret 2011, saya dan teman-teman Rapiriders (JZ09EAR, JZ09ENB, JZ09EWH, JZ09IWI, JZ09HRG, JZ09HLZ, JZ09IPC, JZ09HLM, JZ09HZZ) meluangkan waktu untuk weekend touring ke daerah Sumedang, keberangkatan dilakukan pada pukul 23.30 dari sekretariat RAPI Jakarta Selatan di jalan Duren Tiga. Dan rute perjalanan melalui Jalan Kalimalang, Karawang, Purwakarta, Sadang, Wanayasa dan Finish di Sumedang pada pukul 07.00.
Sumedang adalah kota kecil yang terkenal dengan produksi Tahu, kota ini memang lebih tepat disebut kota agraris, dikelilingi gunung dan perbukitan sehingga memiliki keindahan pegunungan yang enak di nikmati. Di kota ini juga terkenal dengan rencana mega proyek Bendungan Jatigede, yang telah tertunda selama 44 tahun dari perencanaannya pada tahun 1963. Pembangunan proyek ini akan menenggelamkan 5 kecamatan dan 30 desa, menggusur sebanyak 70.000 jiwa penduduknya, menenggelamkan areal seluas 6.783 ha dengan 1200 ha hutan milik Perhutani, dan puluhan situs sejarah ikut tersapu.
Sebenarnya proyek ini memiliki dampak negatif karena akan menghilangkan lahan seluas 3.200 ha, lahan subur yang termasuk di dalamnya adalah pertanian Sumedang yang akan kehilangan 80.000 ton padi per tahun. Selain itu, bahaya proyek ini adalah letaknya yang berada pada daerah rawan gempa dengan adanya struktur patahan yang telah menyebabkan gempa pada tahun 1912 dan 1990 akibat pergeseran zona sesar dalam.
Rencananya, Bendungan Jatigede akan memiliki empat fungsi. Yaitu, sebagai irigasi, pembangkit listrik berkapasitas 200 megawatt, pengendali banjir Sungai Cimanuk, dan sumber air bersih.
Namun, berdasarkan surat Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah (Menkimpraswil), irigasi menjadi primary benefit (fungsi utama). Sedangkan tiga fungsi lainnya merupakan secondary benefit (fungsi sekunder). Menurut surat tersebut, proyek Bendungan Jatigede akan menelan dana sekitar 450 juta dolar AS.
Pembangunan Bendungan Jatigede diperlukan dengan alasan menjaga ketahanan pangan nasional. Keberadaan irigasi dibutuhkan untuk menunjang sektor pertanian di wilayah Indramayu, Cirebon, Majalengka dan Sumedang yang selama ini acap mengalami kekeringan.
Saya dan teman-teman menyempatkan berkunjung ke rumah bro Santos yang berada di area proyek ini, paling tidak masih bisa melihat daerah persawahan yang subur yang kelak akan di tenggelamkan untuk waduk Jatigede …..
[shared from JZ09FQT]











































