Mencari Kader RAPI di Lini dunia pendidikan
Beberapa tahun yang lalu ketika saya menyempatkan diri untuk ngobrol dengan "Bapak" JZ09AAH, saya sempat menyampaikan sebuah keinginan untuk sebuah konsep kaderisasi di RAPI ini. Kalo kita coba memperhatikan perkembangan data anggota baru dimasing-masing daerah/wilayah, bisa kita dapatkan sebuah kesimpulan yang hampir sama dari sisi demografis …. bahwa mereka yang bergabung kedalam RAPI hampir rata-rata "sudah umur" dan sedikit sekali kaum muda dalam hal ini kelompok mahasiswa atau pelajar yang interes dengan kegiatan RAPI. Intinya RAPI kurang sosialisasi di kalangan akademik, dan tentu saja kitapun kehilangan sebuah moment mendapatkan kader-kader muda tersebut untuk meneruskan roda organisasi RAPI. Dari pengalaman pribadi, saya mengenal radio komunikasi dari kegiatan PRAMUKA yang bernama JOTA (Jambore on The Air) yang agenda rutinnya dilaksanakan setiap tahun baik untuk event Internasional maupun Nasional, tentu saja kegiatan yang saya ikuti waktu masih menjadi penggalang di SLTP tadi menjadi pengalaman yang luar biasa, saya bisa kontak dengan rekan-rekan Pramuka dari seluruh Indonesia hingga "boys scoout" dari negara lain. Dari sini pula saya mengenal tentang operating prosedur hingga organisasi radio yang waktu itu hanya ORARI yang saya tahu. Apa yang menarik dari pengalaman singkat ini, ternyata ORARI memiliki pola terstruktur dan berkala dalam mensosialisasikan kegiatan komunikasi radio ini dan masuk di lini dunia pendidikan melalui kegiatan PRAMUKA …., saya kemudian berpikir kenapa RAPI justru ketinggalan dengan program sosialisasi seperti ini…?? Bukankah kita secara nasional memiliki induk hukum yang sama yaitu UU. Telekomunikasi No. 36 tahun 1999, atau apakah karena di tingkat Pusat merasa buntu untuk mensosialisasikan program seperti ini, hingga sampai hari ini sosialisasi ini di lingkungan dunia pendidikan tidak terwujud. Padahal kalangan akademik dari SD-PT adalah wadah yang tepat sebagai penerima informasi tentang segala yang terkait dengan UU. Telekomunikasi dan aplikasinya. Kalau dalam hal ini saya mengambil basic PRAMUKA, itu karena saya melihat Pramuka adalah wadah yang tepat untuk belajar berorganisasi sejak dini, Pramuka memiliki nilai plus karena selain tempat belajar team working, arena bermain dan pengembangan mental. Nah, jika kader-kader seperti ini menjadi kader RAPI di masa depan, tentu kita akan melihat hal yang lebih dinamis lagi, karena akan terjadi perpaduan antara golongan yang "Dewasa" dan golongan yang "Remaja". Rasanya memang sangat di sayangkan kalo dalam sosialisasi ini kita masih menjadi "anak tiri", dan ini bisa menjadi PR buat penentu kebijakan di tingkat Pusat, karena pengenalan radio komunikasi sejak dini untuk kegiatan-kegiatan sosial di lingkungan dunia pendidikan tentu akan memberikan kesan positif dan menarik jika kelak hobby ini akan di geluti.. Saya merasa bangga rekan-rekan kita dari MAPALA mulai banyak yang bergabung di RAPI, dan saat ini maraknya komunitas roda dua juga sudah mulai banyak yang bergabung ke dalam RAPI. Semoga kedepan RAPI makin Jaya … 5155


