Umum20 February, 2007 2:49 am

Beberapa tahun yang lalu ketika saya menyempatkan diri untuk ngobrol dengan "Bapak" JZ09AAH, saya sempat menyampaikan sebuah keinginan untuk sebuah konsep kaderisasi di RAPI ini. Kalo kita coba memperhatikan perkembangan data anggota baru dimasing-masing daerah/wilayah, bisa kita dapatkan sebuah kesimpulan yang hampir sama dari sisi demografis …. bahwa mereka yang bergabung kedalam RAPI hampir rata-rata "sudah umur" dan sedikit sekali kaum muda dalam hal ini kelompok mahasiswa atau pelajar yang interes dengan kegiatan RAPI. Intinya RAPI kurang sosialisasi di kalangan akademik, dan tentu saja kitapun kehilangan sebuah moment mendapatkan kader-kader muda tersebut untuk meneruskan roda organisasi RAPI. Dari pengalaman pribadi, saya mengenal radio komunikasi dari kegiatan PRAMUKA yang bernama JOTA (Jambore on The Air) yang agenda rutinnya dilaksanakan setiap tahun baik untuk event Internasional maupun Nasional, tentu saja kegiatan yang saya ikuti waktu masih menjadi penggalang di SLTP tadi menjadi pengalaman yang luar biasa, saya bisa kontak dengan rekan-rekan Pramuka dari seluruh Indonesia hingga "boys scoout" dari negara lain. Dari sini pula saya mengenal tentang operating prosedur hingga organisasi radio yang waktu itu hanya ORARI yang saya tahu. Apa yang menarik dari pengalaman singkat ini, ternyata ORARI memiliki pola terstruktur dan berkala dalam mensosialisasikan kegiatan komunikasi radio ini dan masuk di lini dunia pendidikan melalui kegiatan PRAMUKA …., saya kemudian berpikir kenapa RAPI justru ketinggalan dengan program sosialisasi seperti ini…?? Bukankah kita secara nasional memiliki induk hukum yang sama yaitu UU. Telekomunikasi No. 36 tahun 1999, atau apakah karena di tingkat Pusat merasa buntu untuk mensosialisasikan program seperti ini, hingga sampai hari ini sosialisasi ini di lingkungan dunia pendidikan tidak terwujud. Padahal kalangan akademik dari SD-PT adalah wadah yang tepat sebagai penerima informasi tentang segala yang terkait dengan UU. Telekomunikasi dan aplikasinya. Kalau dalam hal ini saya mengambil basic PRAMUKA, itu karena saya melihat Pramuka adalah wadah yang tepat untuk belajar berorganisasi sejak dini, Pramuka memiliki nilai plus karena selain tempat belajar team working, arena bermain dan pengembangan mental. Nah, jika kader-kader seperti ini menjadi kader RAPI di masa depan, tentu kita akan melihat hal yang lebih dinamis lagi, karena akan terjadi perpaduan antara golongan yang "Dewasa" dan golongan yang "Remaja". Rasanya memang sangat di sayangkan kalo dalam sosialisasi ini kita masih menjadi "anak tiri", dan ini bisa menjadi PR buat penentu kebijakan di tingkat Pusat, karena pengenalan radio komunikasi sejak dini untuk kegiatan-kegiatan sosial di lingkungan dunia pendidikan tentu akan memberikan kesan positif dan menarik jika kelak hobby ini akan di geluti.. Saya merasa bangga rekan-rekan kita dari MAPALA mulai banyak yang bergabung di RAPI, dan saat ini maraknya komunitas roda dua juga sudah mulai banyak yang bergabung ke dalam RAPI. Semoga kedepan RAPI makin Jaya … 5155

Umum12 February, 2007 12:18 am

Sabtu, 10 Pebruari 2007, kota Bogor relatif sepi, jalur puncak yang biasanya padat berhimpitan nampak lengang tidak seperti biasanya. Sebagian rekan-rekan dari JZ09ZWS meluncur menuju Cipayung Bogor untuk menghadiri pertemuan dengan rekan-rekan se JABODETABEK dalam rangka evaluasi tanggap bencana sekaligus sebagai ajang silaturahmi.

Agenda acaranya sedikit kurang persiapan, topiknya jadi kurang fokus. JZ09FQT yang sebelumnya sudah di bisiki JZ09HNY untuk menyampaikan input draft tehnis penggunaan repeater mulai menyampaikan presentasi mewakili RAPI Kodya Jakarta Selatan, banyak masukan yang diberikan pada presentasi tersebut, wilayah-wilayah lain juga merespon input tersebut. Sayang waktunya sangat terbatas pukul 1 dinihari presentasi dari rekan-rekan lain baru selesai, tidak sempat membentuk tim tehnis seperti yang rekan-rekan harapkan, akhirnya acara akan di lanjutkan lagi besok di gedung DPR Bekasi tanggal 16 Pebruari 2007.

[wah.. flashdisknya ketinggalan nggak bisa upload presentasi kemarin deh :) ]

Kegiatan 12:06 am

Banjir mulai surut, tim komunikasi RAPI di Jakarta Selatan dapat bernafas lega. Banjir di awal bulan Pebruari ini memang memiliki catatan tersendiri,…. paling besar dari tahun-tahun sebelumnya. Dan kalo kita lihat dari tumpukan sampah-sampah di pinggir jalan mirip seperti bekas tsunami :)

Sebenarnya dari awal RAPI sudah mempersiapkan antisipasi untuk banjir ini, pertemuan waktu di Vila JZ09TIO malahan dibahas tentang DAS yang kira-kira banyak memberi kontribusi banjir, … tetapi bencana memang sulit di prediksi. Hari jum’at  Pebruari Jakarta sudah di guyur hujan dengan intensitas tinggi, daerah Gandaria Selatan, Cilandak Barat genangan air sudah mencapai 2 meter, dan di Bogor … ternyata masih tenang-tenang. Kali ini Hujan lokal menjadi penyebab utama banjir di Jakarta.

Tetapi paling tidak upaya untuk mengantisipasi sudah kita realisasikan, posko JZ09ZWS, JZ09ZSA, JZ09ZSB mulai on frekwensi dengan 10-33. Rekan-rekan mulai turun kelapangan membantu evakuasi dan pendistribusian logistik, pendataan pengungsi segera kita susun dan di teruskan ke satkorlak di walikota.

Operasi banjir memang sedikit menemukan kendala karena di tingkat daerah dan pusat tidak terdengar Net 10-33 dari stasiun Zulu, al hasil kerja tim terkesan independen, tetapi misi memang arus tetap berjalan, apapun yang bisa kita berikan untuk masyarakat di sekeliling kita, itulah yang menjadi darma bakti kita. Paling tidak di setiap bencana selalu ada hikmah yang bisa kita ambil dan kita pelajari.