Bencana kembali hadir di bumi pertiwi, hanya dalam hitungan minggu terjadi musibah besar di Pulau Jawa dan Sumatera. Musibah Gempa Bumi kembali menelan korban jiwa dan harta benda setelah sebelumnya juga membawa awan kelam di bumi Jogjakarta dan tanah Rencong NAD.

gempa bumi

Bencana Nasional memang selalu menjadi bayang-bayang hitam Indonesia, karena kondisi dan lokasi kepulauan Indonesia memang berada di atas lempeng-lempeng yang setiap saat bertabrakan dan di daerah vulkanik.

Terlepas dari hal tersebut RAPI sebagai cadangan komunikasi masyarakat, nampaknya juga belum optimal untuk diberdayakan dalam menghadapi musibah (nasional) tersebut. Kendala yang nampak antara lain secara intern organisasi, misalnya :

  1. RAPI Pusat tidak dapat menyediakan taskforce yang siap memberikan dukungan komunikasi pada saat terjadi bencana dalam skala besar, ini dapat dilihat dari strategi organisasi pada saat bencana terjadi seperti saat ini. Memang idealnya organisasi di tingkat pusat memiliki equipment disaster communication serta operator terlatih yang dapat di turunkan di kondisi medan berat. Tentu saja ini perlu pelatihan dan dukungan material yang cukup.
  2. Pada persoalan yang terlihat sepele, RAPI tidak dapat mengoptimalkan Net Nusantara, sehingga potensi stasiun Zulu sebagai pendukung komunikasi tidak berjalan.
  3. Independensi organisasi sepertinya hanya berlaku kedalam, sementara untuk public justru semakin menyurut. 

Belajar dari beberapa kasus tersebut, jelas RAPI memiliki PR besar jika memang ingin disebut sebagai cadangan komunikasi nasional, misalnya :

  • RAPI harus sanggup menciptakan kader operator komunikasi yang handal dan memadai, lebih utama pada kemampuan setup stasiun darurat yang dapat bekerja pada semua band RAPI dan band emergency international.
  • RAPI harus mampu menginventaris keberadaan stasiun Zulu di daerah-daerah, sehingga dalam tempo relatif singkat mampu memberikan dukungan komunikasi secara berkesinambungan.
  • RAPI bersama dengan instansi terkait harus membentuk kolaborasi yang harmonis, khususnya untuk kepentingan tanggap darurat secara profesional.
Semoga dengan kejadian bencana yang ada saat ini, dapat menjadi wacana bagi kita semua, masih banyak yang harus kita lakukan untuk organisasi RAPI dimasa mendatang…